Kajian Teologis Terhadap Markus 10:17-27

Authors

  • Mariduk Tambun STT Exelcius Surabaya
  • Adi Putra STT Pelita Dunia

DOI:

https://doi.org/10.47304/jl.v5i1.73

Keywords:

Kerajaan Allah, Markus, Perumpamaan Yesus

Abstract

Abstract: This research is about theological studies on Mark 10: 17-27. The research was conducted to find out about the concept of the Kingdom of God contained in it. That is why researchers used a qualitative approach with literature review to examine this topic. As a conclusion from this research, several things are obtained, namely: it is found that the strong theological message in this passage is about the concept of the Kingdom of God. The concept of the Kingdom of God has become central to the mission and ministry of Jesus while on this earth. That is why the Canonical Gospels also make it a major theological issue in their gospel account. That is why in this passage, Jesus linked God's Kingdom with eternal life. Because the kingdom of God is about the salvation of sinful humans. The concept of the Kingdom of God in Mark 10: 17-27 is understood in three main topics, namely: The Kingdom of God means salvation, the Kingdom of God is not obtained through good deeds, and the kingdom of God concerns the suggestion that we love God more than humans.

Abstrak: Penelitian ini tentang kajian teologis terhadap Markus 10:17-27. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tentang konsep Kerajaan Allah yang termaktub di dalamnya. Itulah sebabnya, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka untuk meneliti topik ini. Sebagai kesimpulan dari penelitian ini diperoleh beberapa hal yakni: dijumpai bahwa pesan teologis yang kuat dalam perikop ini adalah tentang konsep Kerajaan Allah. Konsep Kerajaan Allah memang menjadi sentral dalam misi dan pelayanan Yesus selama di bumi ini. Itulah sebabnya, Injil Kanonik pun menjadikannya sebagai isu teologis utama dalam catatan injil mereka. Itulah sebabnya dalam perikop ini, Yesus menghubungkan Kerajaan Allah dengan hidup kekal. Karena kerajaan Allah adalah menyangkut tentang keselamatan manusia yang berdosa. Konsep Kerajaan Allah dalam Markus 10:17-27 dipahami dalam tiga topik utama, yakni: Kerajaan Allah berarti tentang keselamatan, Kerajaan Allah diperoleh bukan melalui perbuatan baik, dan kerajaan Allah menyangkut tentang anjuran supaya kita lebih mengasihi Allah dari pada manusia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Schreiner, Thomas R., New Testament Theology: Memuliakan Allah dalam Kristus, Yogyakarta: Penerbit Andi, 2015.

Bauers, Walter, A Greek-English Lexicon of The New Testament And Other Early Christian Literature (BDAG) Third Edition, Chicago: The University of Chicago Press, 2000. Diedit oleh: Frederick William Danker.

Osborne, Grant R., Exegetical Commentary on The New Testament, Grand Rapids, Michigan: Zondervan, 2010.

Putra, Adi, Misi Yesus Kepada Bangsa-bangsa Lain: Kajian Biblika terhadap Pelayanan Yesus di Galilea Berdasarkan Matius 4:12-17, Jakarta: Penerbit Vieka Wahana Semesta, 2015.

Marshal, I. Howard, A Concise New Testament Theology, Nottingham, England: IVP Academic, 2008.

Santoso, David Iman, Theologi Markus: Intisari dan Aplikasinya, Malang: SAAT, 2012.

Lane, William L., The New International Commentary on The New Testament: The Gospel of Mark, William B. Eerdmans Publishing Company Grand Rapids, Michigan, 1974.

Kistemaker, Simon J., Perumpamaan-perumpamaan Yesus, Malang: SAAT, 2001.

Morris, Leon, Tafsiran Pilihan Momentum: Injil Matius, Surabaya: Momentum, 2016.

Cole, R. Alan, The Tyndale New Testament Commentaries: Mark, Surabaya: Momentum, 2007.

Downloads

Published

2021-02-09

How to Cite

“Kajian Teologis Terhadap Markus 10:17-27”. JURNAL LUXNOS 5, no. 1 (February 9, 2021): 27–36. Accessed July 20, 2024. https://luxnos.sttpd.ac.id/index.php/20_luxnos_20/article/view/mariduk_2019.

Similar Articles

1-10 of 63

You may also start an advanced similarity search for this article.