Kajian Teologis Terhadap Tindakan Bunuh Diri

Authors

DOI:

https://doi.org/10.47304/jl.v7i1.53

Keywords:

Kajian Teologis, Bunuh Diri, Gereja

Abstract

Abstract: It is a fact that suicides still occur today. Therefore, as a Christian it is very important to research to find views based on the truth of God's word regarding the act of suicide. Suicide is a conscious and deliberate act of self-killing. Therefore the act of suicide is a denial of God's sovereignty. The sin of suicide becomes different from other sins that humans may still be able to commit. Because the act of suicide has deliberately eliminated the space (opportunity) for confession (repentance), so that the act of suicide is a sign that the perpetrator is not an heir in the kingdom of God. The body is the temple of God, the place where God lives, which means that all the believers' actions must manifest the attributes of God in the midst of this world. God is the giver of life and He is also its owner. Therefore, the body should not be put to death by anyone except by the will of Allah. Thus, if someone has committed suicide, he has denied the essence of God's sovereignty as the giver and owner of life. People who commit suicide are refusing to live.


Abstraksi: Sebuah fakta bahwa peristiwa bunuh diri masih terjadi hingga masa sekarang ini. Oleh karena itu sebagai seorang Kristen sangat penting meneliti untuk menemukan pandangan berdasarkan kebenaran firman Tuhan berkenaan dengan tindakan bunuh diri tersebut. Tindakan bunuh diri adalah merupakan tindakan sadar dan sengaja mematikan diri. Oleh karena itu tindakan bunuh diri merupakan penyangkalan akan kedaulatan Allah. Dosa bunuh diri menjadi berbeda dari dosa-dosa yang lain yang mungkin masih dapat dilakukan oleh manusia. Sebab tindakan bunuh diri telah sengaja menghilangkan ruang (kesempatan) pengakuan dosa (pertobatan), sehingga tindakan bunuh diri merupakan tanda bahwa sesungguhnya pelakunya bukanlah pewaris dalam kerajaan Allah. Tubuh adalah Bait Allah, tempat Allah bersemayam yang berarti bahwa segala laku orang percaya harus memanifestasikan sifat-sifat Allah di tengah-tengah dunia ini. Allah adalah pemberi hidup dan Dia jugalah sebagai pemiliknya. Oleh karena itu tubuh tidak boleh dimatikan oleh siapapun kecuali oleh kehendak Allah. Dengan demikian, jikalau seseorang telah melakukan tindakan bunuh diri maka dia telah menyangkali hakikat kedaulatan Allah sebagai pemberi dan pemilik hidup. Orang yang melakukan tindakan bunuh diri berarti menolak hidup.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Donna, Sylva. Keselamatan dari Orang Kristen yang Bunuh Diri, 2013.

Febi, Josephine Gracia. "Josephine Gracia Febi, Bunuh Diri Ditinjau Dari Iman Kristen". https://tobiong.wordpress.com/2009/08/08/21/#_ftn65.

Herman Bavinck. Dogmatika Reformed, Jilid 3, Terjemahan Ichwe G. Indra dan Irwan Tjulianto. Surabaya: Momentum, 2016.

Louis Berkhof. Teologi Sistematika; Doktrin Akhir Zaman, Terjemahan Yudha Thianto. Surabaya: Momentum, 2008.

Mallo, Hermin, and Daniel Ronda. "Analisis Faktor Penyebab Utama Kecenderungan Bunuh Diri di Kalangan Remaja yang Berusia 15-17 Tahun di Makassar". Analisis Faktor Penyebab Utama Kecenderungan Bunuh Diri di Kalangan Remaja yang Berusia 15-17 Tahun di Makassar 8.1, no. Jurnal Jaffray (2010): 35–43.

Milliard J. Erickson. Teologi Kristen, (Vol. 3),. Malang: Gandum Mas, 2004.

Parker, J.J. Penginjilan dan Kedaulatan Allah. Surabaya: Momentum, 2003.

R. C. Sproul. Kaum Pilihan Allah, (Terjemahan Rahmiati Tanudjaja). Malang: Literatur SAAT, 1995.

Ridderbos, Herman. Paulus: Pemikiran Utama Theologinya, Terjemahan Hengky Ongkowidjojo. Surabaya: Momentum, 2008.

Santoso, Meilanny Budiarti, Dessy Hasanah Siti Asiah, and Chenia Ilma Kirana. "Bunuh Diri Dan Depresi Dalam Perspektif Pekerjaan Sosial". Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 4.3 (2018): 390–398.

Santoso, Dkk. Bunuh Diri Dan Depresi Dalam Perspektif Pekerjaan Sosial. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat 4.3, 2018.

Yohannes Calvin. Institutio, Terjemahan Winarsih dan J.S. Aritonang. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

"http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/942/3/5.%20BAB%20II.pdf http://etheses.uinmalang.ac.id/806/6/10410163%20Bab%202.pdf. http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/18244/Chapter%20II.pdf;jsessionid=823E174616E5C72CE87ED375D46FEB9D?sequence=4".

"https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/apa-itu-bunuh-diri-yang-orang-sering-tanyakan-tentang-bunuh-diri/".

"Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Versi Online". https://kbbi.web.id/bunuh.

Downloads

Published

2021-06-25

How to Cite

Nainggolan, Dapot. “Kajian Teologis Terhadap Tindakan Bunuh Diri”. JURNAL LUXNOS 7, no. 1 (June 25, 2021): 20–35. Accessed November 30, 2021. https://luxnos.sttpd.ac.id/index.php/20_luxnos_20/article/view/dapot_2021.