Peran Pendidikan Agama Kristen terhadap Dekadensi Moral Generasi Milenial dalam Budaya Gawai Dayak
DOI:
https://doi.org/10.47304/3d94wk79Keywords:
Gawai Dayak Culture, Millennial Generation, Moral Decadence, Christian Religious EducationAbstract
The Gawai Dayak Tebidah culture is an annual post-harvest tradition expressing gratitude to God, deeply rooted in religious, social, and solidarity values. However, technological advancements and modernization have triggered a shift in meaning among the millennial generation in Nangkak Lestari Village, where sacred customary values are increasingly degraded by deviant behaviors such as revelry, drunkenness, and promiscuity. This qualitative research using a limited case study approach aims to analyze this value shift from the perspective of Christian Religious Education (PAK). Data were gathered through structured interviews with customary leaders, heads of hamlets, and millennial representatives. The results indicate that the moral decline among the youth stems from the uncritical adoption of global culture, unmatched by a solid understanding of both their traditional roots and Christian faith values. As a clinical-theological implication, this article emphasizes the crucial role of PAK and local churches in conducting contextual faith formation to reorient millennials' perspectives. Through biblically-based teachings, the millennial generation is expected to preserve the noble essence of Gawai Dayak as an expression of gratitude to Christ, avoiding both syncretism and moral decadence.
Downloads
References
Irmalini Syafrita dan Mukhamad Murdiono (2020). Upacara Adat Gawai Dalam Membentuk Nilai-Nilai Solidaritas Pada Masyarakat Suku Dayak Kalimantan Barat. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22 (02), 151-159.
Herman Ivo (2012), Gawai Dayak Dan Fanatisme Rumah Panjang Sebagai Penelusuran Identitas, Jurnal: Humaniara, 13 (3), 292.
Kokos Kosmanto (2018), Strategi Penginjilan Kontekstualisasi Terhadap Kebudayaan Gawai Dayak Bakati Di Kiung, Jurnal Pak David Eko Setiawan, 2.
Septian Peterianus dan Mastiah (2020), Eksistensi Suku Dayak Seberuang Menghadapi Tekanan Modernisasi Melalui Ritual Gawai Dayak, Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 1 (2), 39.
Akiun Nagan, (2022) Budaya Gawai Dayak, Wawancara Online: Tokoh Masyarakat, Tanggal 09 Juni, Jam 18:09-19:45 WIB.
Romanus (2016), Dampak Gawai Nyelapat Taun Dayak De’sa Dalam Kehidupan Remaja Di Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau, Sociologique, Jurnal S1: Sosiologi, 4 (1), 2.
Zeky Oktavia, (2022) Generasi milenial dalam melaksanaan budaya Gawai Dayak, (Wawancara online: Generasi Milenial Tanggal, 14 Juni, Jam 19:29-21.57 WIB.
Mudjia Rahardjo, (2010). Desain dan Contoh Proses Penelitian Kualitatif. Gema:Media Informasi dan Kebijakan Kampus
Lukman Nul Hakim, (2013). Ulasan Metodologi Kualitatif: Wawancara Terhadap Elit. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 4 (2), 165-172.
Thalha Alhamid, Anufia, Budur. (2019). Resume: Instrumen Pengumpulan Data.1-20. https://doi.org/10.31227/osf.io/s3kr6
Mudjia Rahardjo, (2010). Desain dan Contoh Proses Penelitian Kualitatif. Gema: Media Informasi dan Kebijakan Kampus. https://uinmalang.
Eka Sabna, (2020). Analisis Text Mining Dari Hasil Wawancara. Jurnal Ilmu Komputer: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Hang Tuah Pekanbaru, 9 (1).
Masri Sareb Putra, dan Cornelis, M. H. (2021), Motivator dan Pemimpin, Cet. Ke-1, Tangerang: Lembaga Literasi Dayak, 292-293.
Masri Sareb Putra (2015), From Headhunters To Catholics Studi Dan Pendekatan Semiotika, Jakarta: An1mage, 103.
Herman Ivo (2012), Gawai Dayak & Fanatisme Rumah Panjang Sebagai Penelusuran Identitas, 293.
Elyta (2021), Gawai Dayak Festival And The Increase Of Foreign Tourist Visits, Jurnal: Global Strategis, 15 (1), 168.
Zaenuri, dkk., (2021) Etnomatematika Nusantara, Cet. Ke-1, Tasikmalaya: Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia, 76.
Mardi (2022), Jumlah penduduk di Desa Nangkak Lestari Dayak Tebidah, (Wawancara Online: Kepala Dusun Temodor dan Nangkak), Tanggal, 11 September, Jam 19:36- 20:01 WIB.
Poltak Johansen (2019), Radakng Sebagai Pusat Kebudayaan Suku Dayak Di Kalimantan Barat, Jurnal Studi Kultural: An1mage, 4 (1), 23.
Donatius BSEP, Agus Yuliono, dan Diaz Restu Darmawan, (2020). Etnomedisin: Orang Salako Di Desa Kaliau Sajingan Besar, Cet. Ke-1, Jember: CV. Pustaka Abadi, 3.
Markus Santuri (2022), Kebiasaan Orang Dayak Tebidahatau Kebahant Di Desa Nangkak Lestari, Dusun Temodor Dan Dusun Nangkak, (Wawancara online: Tokoh Masyarakat), Tanggal, 11 September, Jam 19:36-20:01 WIB.
Saleh Ezra (2022), Budaya Gawai Dayak, (Wawancara Online: Ketua Adat Dayak Tebidah atau Kebahant) Tanggal, 16 September, Jam 09:20-10:52 WIB.
Suprianto, M. Sofwan Anwari, Joko Nugroho Riyono, (2024). Etnozoologi Pnengobatan, Ritual Adat, Dan Mistis Dayak Kendawangan Desa Belaban Kecamatan Marau Kabupaten Ketapang. Jurnal Lingkungan Hutan Tropis, 3 (2), 313-324.
Petrus Pasalima & Antonius Denny Firmanto (2020) Perkembangan Teologi Dan Makna Pantak Dalam Adat Istiadat Masyarakat Dayak Kanayatn. The Messengers: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1 (2), 161-175
Yekti Maunati, (2006), Identitas Dayak: Komodifikasi dan Politik Kebudayaan. Yogyakarta, 100.
Nico Andasputra dan Vincentius Julipin (1997), Mencermati Dayak Kanayatn. Pontianak: Institute of Dayakology Research and Development, 5
Ibnu Elmi A. S. Pelu, (2022) Internalisasi Hukum Waris (Menakar Sistem Hukum Waris Dalam Budaya Kearifan Lokal), Cet. Ke-1, Yogyakarta: K-Media, 143.
Saleh Ezra (2022), Jenis Kegiatan Pelaksanaan Budaya Gawai Dayak, (Wawancara online: Ketua Adat Dayak Tebidah atau Kebahant), Tanggal, 16 September, Jam 09:20-10:52 WIB.
Danel, (2022) Waktu Perayaan Pelaksanaan Budaya Gawai Dayak, (Wawancara Online: Tokoh Masyarakat Dayak Tebidah atau Kebahant), Tanggal, 20 September, Jam 14:26-14:57 WIB.
Octavius Dodi (2022), Cara Perayaan Pelaksanaan Budaya Gawai Dayak, (Wawancara Online: Generasi Milenial Dayak Tebidah atau Kebahant), Tanggal 22 Mei, Jam 12.42-13.10 WIB.
https://id.wikipedia.org/wiki/Gawai_Dayak. Diakses tanggal 2025-11-20.
Paulus Nokus, Dayak Iban Dahulu, Sekarang, Masa Depan, 98.
Margaretha Mandiri Sari, Yunus Selan dan Sri Dwi Harti, (2021) Kajian Terhadap Patung Pantulak Sebagai Perantara Komunikasi Dengan Arwah Leluhur, Luxnos Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia, 7 (1), 52.
Simeon Hatta, Yohanes Bahari dan Wanto Rivaie (2016), Kontribusi Gawai Dayak dalam Menumbuhkan Nilai-nilai Solidaritas Generasi Muda Desa Sekendal, Jurnal: Pendidikan & Pembelajaran Khatulistiwa, 5(4), 5.
Emusti Rivasintha dan Karel Juniardi, (2017) Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Dalam Upacara Adat Gawai Dayak Ditinjau Dari Sosial Ekonomi Masyarakat Kota Pontianak, Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial. 4 (1), 6.
Paulus Ivo (Gawai Dayak Dan Fanatisme Rumah Panjang Sebagai Penelusuran Identitas, 295.
Affrilyno A., (2020) Rumah Panjang: Nilai Edukasi Dan Sosial Dalam Sebuah Bangunan Vernakular Suku Dayak Di Kalimantan Barat, Jurnal: Arsitektur Pendapa, 3 (1), 4- 9.
Tiadirna, (1999), Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Kamus Online), 431.
Harianto, G.P. (2012) Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab & Dunia Pendidikan Masa Kini. Yogyakarta: ANDI Offset.
Emiliani Nindy Diana Rusega Sim, (2024) Pelestarian Budaya Lokal Melalui Pekan Gawai Dayak Di Kabupaten Sintang. FOKUS: Publikasi Ilmiah, 22 (2), 456-364
Trisilpa Akanpeni, Roland Holy Saputra, Ernesta Tamo Ina, & Filmon Gusti Tansi, (2021) Pendekatan Penginjilan Kontekstual Terhadap Budaya Pekan Gawai Suku Dayak. Jurnal Kala Nea, 2 (1), 69-82.
Akiun Nagan (2022) Penting Peran Gereja Terhadap Budaya Gawai Dayak Bagi Orang Kristen Di Desa Nangkak Lestari, (Wawancara Online: Penatua, 08 November), Jam 11:37-11:48 WIB.
Yosia Belo (2020), Buah Roh Dalam Galatia 5: 22-23 Dan Penerapannya Bagi Pendidikan Agama Kristen, Jurnal: LUXNOS, 1 (1) 94-95.
Akiun Nagan (2022) Pekabaran Injil Masuk kepada Jemaat Nangkak, (Wawancara Online: Penatua, 08 November), Jam 11:09-11:30 WIB.
Dewi Okta Fitri Ezra G., (2022) Respon Orang Kristen Terhadap Budaya Gawai Dayak, (Wawancara Online: Orang Kristen, 15 November 2022).
Yanto (2022), Respons Orang Kristen Terhadap Budaya Gawai Dayak.
Ezra G. (2022), Kajian Pendidikan Agama Kristen Terhadap Budaya Gawai Dayak Bagi Generasi Milenial Di Desa Nangkak Lestari, (Wawancara Online: Orang Kristen, 15 November 2022).
Talan (2019), Mengkaji Bahaya Sinkretisme dalam Konteks Gereja, 49.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL LUXNOS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.






